Edukasi Desa Wisata dan Lingkungan Dikemas dalam Kegiatan Eduwisata STIEPARI Semarang

Ambarawa — Edukasi desa wisata dan pelestarian lingkungan menjadi fokus utama dalam kegiatan eduwisata yang diselenggarakan oleh STIEPARI Semarang. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran lapangan yang mengintegrasikan aspek pariwisata, lingkungan, ekonomi kreatif, serta kearifan lokal bagi peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penjemputan peserta di LPK Kartika depan Terminal Bawen, kemudian dilanjutkan perjalanan menuju Joglo Sabdo Palon Asinan. Di lokasi ini, peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang memperkenalkan potensi desa wisata secara langsung.

Salah satu agenda utama adalah kunjungan edukasi pembuatan pupuk organik di Desa Sumurup. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan serta peran masyarakat desa dalam menjaga keseimbangan alam. Kegiatan dilanjutkan dengan jelajah kawasan Rawa Pening dan aksi tebar benih ikan sebagai bentuk edukasi pelestarian ekosistem perairan.

Selain edukasi lingkungan, peserta juga mengikuti kegiatan seni di Joglo Sabdo Palon Asinan yang dikemas secara interaktif. Suasana pembelajaran semakin lengkap dengan adanya praktik kerajinan tangan berupa pembuatan gantungan kunci ikan serta praktik pembuatan kerupuk ikan yang difasilitasi oleh Tim KUB. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan pemahaman ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Usai istirahat dan makan siang, peserta diajak mengunjungi homestay percontohan di wilayah Krajan sebagai bagian dari pembelajaran pengelolaan akomodasi desa wisata. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan dan jelajah sejarah di kawasan Benteng Pendem, Bugisan Ambarawa, yang dipandu oleh Tim Pokdarwis setempat.

Melalui kegiatan eduwisata ini, STIEPARI Semarang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan. Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan wawasan peserta mengenai pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top