Dosen STIEPARI Semarang, Dr. Shella Gherina Saptiany, S.Pd., M.Pd. Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidkan Bahasa dengan IPK 4,00

Kabar membanggakan datang dari civitas akademika STIEPARI Semarang. Dosen Program Studi S1 Pariwisata STIEPARI Semarang, Dr. Shella Gherina Saptiany, S.Pd., M.Pd., resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa setelah menjalani sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (10/3/2026).

Sidang terbuka tersebut menjadi puncak perjalanan akademik Dr. Shella setelah menempuh studi doktoral dengan penuh dedikasi di tengah kesibukannya sebagai dosen. Dalam sidang yang dihadiri oleh dewan penguji dan tamu undangan tersebut, ia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “The Application of ChatGPT Voice Mode as a Teaching Medium to Improve Undergraduate Student’s Speaking Performance and to Minimize Foreign Language Speaking Anxiety.”

Penelitian tersebut membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, khususnya fitur voice mode pada ChatGPT, sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa sekaligus mengurangi kecemasan saat menggunakan bahasa asing.

Atas capaian akademiknya, Dr. Shella dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Disertasinya memperoleh nilai A dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00, sebuah prestasi yang mencerminkan konsistensi dan kualitas akademik yang tinggi selama menempuh pendidikan doktoral.

Dalam testimoninya, Dr. Shella Gherina Saptiany, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses menyelesaikan studi doktoral bukanlah perjalanan yang mudah, terutama karena harus membagi waktu antara tanggung jawab sebagai dosen, kegiatan akademik, serta penelitian.

“Alhamdulillah, ini merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran. Saya sangat bersyukur atas dukungan keluarga, kolega, serta pimpinan dan civitas akademika STIEPARI Semarang yang selalu memberikan semangat. Harapannya, penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran bahasa berbasis teknologi, khususnya dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa saat berbicara dalam bahasa asing,” ungkapnya.

Ia juga berharap pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan dapat menjadi salah satu inovasi dalam dunia pendidikan tinggi, terutama dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif.

Keberhasilan Dr. Shella Gherina Saptiany, S.Pd., M.Pd. meraih gelar doktor menjadi kebanggaan tersendiri bagi STIEPARI Semarang sekaligus menjadi inspirasi bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan inovasi dalam bidang pendidikan dan pariwisata.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top