Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Semarang hadir mengisi materi dalam kegiatan SDK Journey to Campus yang mengusung tema “Speak to Impact: Seni Komunikasi Profesional di Era Digital” di kampus STIEPARI Semarang pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan literasi dan edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman serta keterampilan kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun komunikasi yang efektif, persuasif, dan profesional di tengah pesatnya perkembangan ekosistem digital.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua STIEPARI Semarang yang menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Kota Semarang atas terselenggaranya program edukatif tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemampuan komunikasi profesional menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di era digital saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua STIEPARI Semarang yang menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Kota Semarang atas terselenggaranya program edukatif tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemampuan komunikasi profesional menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di era digital saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. ‘
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Bapak Sucahyo Kuswirantomo, S.H., S.Sos., M.H. Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi Publik dari Diskominfo Kota Semarang dan Ibu Winti Windrati, S.Psi., S.M., M.M., Psikolog. Keduanya memberikan materi seputar strategi komunikasi profesional, etika digital, hingga penguatan kemampuan public speaking yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Dalam pemaparannya, Sucahyo Kuswirantomo, S.H., S.Sos., M.H. menekankan pentingnya konsep Speak to Impact, yaitu kemampuan menyusun narasi dan pesan yang terstruktur, jelas, dan memiliki daya tarik sehingga pesan yang disampaikan mampu memberikan pengaruh positif kepada audiens, baik secara langsung maupun melalui media digital. Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya menguasai teknologi komunikasi, tetapi juga harus mampu memanfaatkannya secara bijak untuk membangun personal branding serta meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Sementara itu, Winti Windrati, S.Psi., S.M., M.M., Psikolog menjelaskan bahwa komunikasi profesional merupakan proses pertukaran informasi dan gagasan yang dilakukan secara jelas, santun, dan efektif, baik melalui komunikasi verbal maupun nonverbal. Ia menegaskan bahwa etika komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun hubungan profesional yang produktif di lingkungan kerja.
Materi yang disampaikan juga menyoroti pentingnya penyesuaian gaya bahasa sesuai dengan karakteristik audiens atau rekan kerja yang dihadapi. Selain itu, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai etika komunikasi di ruang digital, seperti pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya, menjaga profesionalisme dalam bermedia sosial, serta memahami regulasi dan tata krama komunikasi digital.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga menghadirkan sesi simulasi dan diskusi interaktif mengenai tantangan komunikasi di era digital. Para mahasiswa diajak memahami bagaimana mengombinasikan kemampuan public speaking dengan pemanfaatan platform digital untuk mendukung karier, khususnya di sektor industri kreatif dan pariwisata.
Melalui kegiatan SDK Journey to Campus ini, Diskominfo Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program literasi digital dan edukasi komunikasi bagi generasi muda. Diharapkan melalui pembekalan tersebut, mahasiswa STIEPARI mampu menjadi agen perubahan yang komunikatif, literat digital, profesional, serta memiliki daya saing global di era transformasi digital.




