Kampus Pascasarjana STIEPARI Semarang
Kampus D3 dan S1 STIEPARI Semarang

INTERNATIONAL STUDENT EXCHANGE MOBILITY IN INDONESIA

 

By: Syarifah Nur Farina Bt Syed Ahmad Hilmi

Bachelor Business Administration (Hons) in International Business,

University Kuala Lumpur (Business School)

Malaysia.

 

ACKNOWLEDGEMENT

I would like to thank UnikL Business School for giving opportunity for me to be a part from International Student Exchange Mobility Program (ISEM) in Semara1ng, Indonesia.

The purpose of this program is to  initiates the exchange of students between two institutions for one or two semester of study at the host university which currently I’ve been located in Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPARI), Semarang for 6 months (September 2017- February 2018. This program will provide us with the academic experience and also by learning a new culture here in Indonesia. After a hectic week of report submission and final examination for the current semester, I received confirmation from the UnikL for this ISEM Program, I started to count the days, which the only thing that I’ve waited for was “September 10”, my scheduled flight. When I first arrived in Semarang, I was greeted by one of the most important person in STIEPARI, Ibu Haniek Listyorini who is the person in-charge for exchange students here.

CLASS EXPERIENCE

The first class I enter was Marketing Management which surprisingly the lecturer was Ibu Haniek  herself. It is an honor for me to be in one of her class for this subject. We learn the basic thing about Marketing (4P’s, PESTLE, and ETC) in Indonesia. Align with my major in International Business, it become more interesting because I can make comparison how marketing management works between these two country which is Malaysia and Indonesia.

The second class would be Indonesian language with Mr. Pram. The reason I chose this subject is because it is a must when you go to another country yet you live for couple of months here, somehow we need to learn their language. The process of learning was interesting because it is advantage for me for able to speak Indonesian language because it’s convenience to start a conversation with local people here,  adding more vocabularies, learning their grammar and also new words.

And the third class would be Human Resource Management with the Head of STIEPARI, Ibu Renny Aprilliyani. What I learn in this class was how the organizations acquire a new recruitment, the process and do’s and don’ts of HRM in a company. In a business world, it is important to learn this three things.

Because, Marketing and HRM are very basic feature when you run a business.  And with the additional language you have, it is advantage for us to acquire or enter a new international market at the same time we can create a new position in the global market.

SOCIAL AND CULTURE

In terms of social and culture in Indonesia, what I can observed is that they have many ethnics and culture here. Specifically in Central Java, the culture here are influence by their religion. They have Islam, Hindu, Christian and more. We can see that from all type of religion they can create their own which represent their country. Here are some examples of how I can benefit from this exchange program in Indonesia:

  1. Learn About Indonesian Culture: Study and interacting with locals allows international students to not o2nly build personal relationships, but also to learn about culture from a local perspective.
  2. Cross-cultural Skills in a Globalized World: Companies in all types of industries work with international partners and clients. We’re also seeing more diverse w from many types of cultures working together. Which allows students to make new friendships and relationships, and to learn how to talk and interact with people from other cultures.
  3. Work in New Environments: Study and living in a new country and within an unfamiliar culture provides a great experience for young people. Cultural exchange often involves adapting and learning about a new environment, and this flexibility is a helpful skill during and after the ISEM Program finish.
  4. Continued Connections to the Indonesian people: After experiencing life in Indonesia, I may be more likely to return to the Indonesia for further my study in Master degree and Doctorates. I also tend to stay in touch with Indonesian friends and use improved Javanese language skills to make connections with people here during future careers in their home countries.
  5. Making New Friends: One of the best features of exchange programs is the chance to make new friends for a lifetime, both inside and outside the study place. Whether you are studying side-by-side or grouping with a new friend while traveling in Indonesia, exchange programs allow international studentsto make lifelong friendships.

CONCLUSION

In a nutshell, I found this exchange an extremely enriching and rewarding experience. It is more than just an academic venture, because it encompasses so many lessons about life itself. My lessons learnt were about people and the world we live in. What I had hoped to achieve on the Exchange, these I got and more – memories and friendships to last a lifetime!.

3The benefits of an exchange program are very clear and even if the program is a total failure one always learns something new. In general you get more than you were expecting, but sometimes you do not realize, you just get it step by step. Fortunately, all my main expectations were met.

Doing this student exchange has been the best decision I have made in my entire life. I have had so many wonderful, new and exciting experiences, and I have seen more places during my time at university than I could have imagined. I’ve also made the most incredible bunch of friends during my time in the Semarang, and met some truly extraordinary people.

The opportunities provide by an exchange are immense. This experience has helped me to grow and change (for the better) as a person, and I feel truly lucky to have been in a position to have had this opportunity. I would not hesitate to recommend an exchange to anyone. I wish I could do it all over again!

MAHASISWA STIEPARI SEMARANG MENGIKUTI ASEAN STUDENTS EXCHANGE AND MOBILITY 2017

 

PEMBELAJARAN DAN PENGALAMAN SELAMA 1 MINGGU1

Terimakasih kepada STIEPARI Semarang beserta dosen dan staf yang telah memilih dan dan membantu melancarkan untuk mengikuti pogram short study di University Kuala Lumpur (UNIKL) selama satu minggu (28 Nov – 5 Des 2017) dan kami juga turut mengucapkan terimakasih kepada APTISI JAWA TENGAH yang telah mendukung kami mensukseskan program ini serta kami juga turut berbangga bisa membawa nama baik negara dan juga instansi. Pada hari selasa 28 november 2017  kami tiba di Kuala Lumpur Airport, dan kami disambut dengan baik oleh pihak UNIKL yang diwakili buddies university tersebut. 2

Di hari pertama kami langsung disambut oleh petinggi UNIKL serta para buddies yang mendampingi kita selama program berlangsung, dan buddies disini adalah seorang mahasiswa akftif dikampus yang membantu berjalannya program- program yang ada dikampus. Mereka sangat antusias dan mengucapkan terimakasih karena telah memilih UNIKL sebagai tempat short study selama 1 minggu kedepan. Karena memang UNIKL focus kepada pembelajaran  bisnis. Maka dari itu kami disini diajarkan beberapa bisnis dari mulai pemasaran dan lain-lain. Semoga ilmu bisnis ini bisa diterapkan dimasa yang akan datang Karena sangat bagus dan bermanfaat. Kemudian dihari ke-2 kami dapat pembelajaran diluar kelas yaitu berkeliling kuala lumpur dengan menggunakan transportasi bus dan kami didampingi para buddies. Disini kita diperlihatkan beberapa destinasi wisata yang ada di kuala lumpur salah satunya Menara KL dan berakhir di Menara Twin tower, dan strategi pemasaran maupun pelayanan perjalanan di kuala lumpur sangatlah bagus karena dengan 1 ticket saja kita bisa mengelilingi semua destinasi wisata yang ada di kuala lumpur dengan transportasi bus yang baik, nyaman dan bagus  selain dikuala lumpur kami juga diajak menuju malaka selama 2 hari 1 malam akan tetapi saya sendiri yang tidak bisa mengikuti acara di malaka dikarenakan sakit. Dan kebiasaan atau habit orang-orang dimalaysia cenderung cuek tidak saling tegur sapa dan sangat jauh berbeda dengan penduduk Indonesia yang mayorits saling menyapa walaupun berbeda agama suku dan budaya  tapi penduduk di Malaysia  saling peduli ketika ada pejalan kaki yang cacat mereka peduli untuk membantu menyebrangkan jalan, akan tetapi mereka cenderung sering diam dan tidak menyukai suasana berisik. Dan mayoritas penduduk Malaysia sudah bisa berbahasa inggris dengan baik. Dan di hari ke-5 kami diberi waktu satu hari full free tanpa didampingi  oleh buddies dimana dihari itu kami berbelanja oleh-oleh untuk keluarga dan teman-temn di Indonesia. Dan dihari ke-6 kami kembali kekampus untuk mengikuti serangkaian perpisahan dari pihak UNIKL dan kami dari pihak STIEPARI dan kami ditunjuk untuk menampilkan suatu budaya yang ada diindonesia, dan kami menampilkan tarian adat dan juga menyanyikan lagu “Pesona Idonesia”

3PEMBELAJARAN DILUAR KELAS

Ada beberapa hal yang penting yang kita dapatkan diluar kelas diantaranya:

  1. mengetahui tentang kebiasaan atau budaya setempat
  2. memiliki wawasan tentang tempat-tempat destinasi wisata sekitar
  3. mendapat beberapa pengalaman yang bisa diterpakan dimasa yang akan datang.

 

PAGELARAN WAYANG KULIT MENJADI PUNCAK ACARA DIES NATALIS KE – 47 STIEPARI SEMARANG, DI KELURAHAN KALISEGORO, GUNUNG PATI

 

             Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (Stiepari) menggelar pakeliran padat pentas wayang kulit semalam suntuk mengambil lakon Kresno Gugah dengan dalang ki Sriyadi, sebagai rangkaian peringatan dies natalis ke-47.IMG_5006

Acara yang berlangsung di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Sabtu (2/12) tersebut tampak hadir Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Arif Tri Laksono, Lurah Kalisegoro Adi Wijanarko dan segenap pejabat dijajaran Stiepari Semarang, seperti Dr. Bambang Dwiloka dan Renny Aprilliani, maupun Prof. Soetomo WE.

Menurut Bambang Dwiloka, dalam kisah pewayangan sarat akan nilai edukasi, dimana di dalamnya penuh dengan keteladanan untuk diedukasi. “Setiap lakon dalam pewayangan dapat dijadikan pembelajaran bagi setiap orang.” ungkapnya.  Ketua Stiepari, Renny Aprilliani mengatakan, pentas wayang kulit IMG_4833semalam suntuk ini dipersembahkan masyarIMG_4852akat, sebagai bagian melestarikan budaya adiluhung.  Terhadap pagelaran ini, Disbudpar Kota Semarang, Arif Tri Laksono mengapresiasi Stiepari  yang telah melakukan upaya melestarikan budaya.

INTERNATIONAL STUDENT EXCHANGE ASIA & EUROPE

 

 

Latar Belakang

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia ( STIEPARI Semarang ) adalah lembaga pendidikan tinggi yang salah satu misinya adalah menyiapkan dan mencetak insan atau tenaga yang berkompetensi untuk siap bertugas dalam bidang kepariwisataan. Dan pada tahun ini STIEPARI Semarang mengirimkan mahasiswanya ke Universiti Kuala Lumpur, Malaysia untuk berkesempatan mengikuti program Pertukaran Pelajar. Tidak terlepas dari mata kuliah yang ada di STIEPARI Semarang yaitu Program Studi Manajemen Pariwisata, maka mahasiswa yang dikirim ke Universiti of Kuala Lumpur Malaysia mengambil mata kuliah Management & Business.

Program Pertukaran Pelajar merupakan salah satu program dari Program Studi Manajemen Pariwisata yang harus ditempuh oleh mahasiswa/i terpilih sebagai wakil dari STIEPARI Semarang untuk belajar ke luar negeri. Dan pada tahun ini STIEPARI Semarang bekerjasama dengan Universiti Kuala Lumpur Malaysia ( UniKL ) dengan menempatkan mahasiswanya untuk belajar di UniKL, dan menerima perwakilan dari UniKL untuk belajar di STIEPARI Semarang. Program Pertukaran Pelajar yang diikuti oleh perwakilan dari Program Studi Manajemen Pariwisata ini diharapkan, untuk dapat mengembangkan dan menambah wawasan ilmu pengetahuan yang baru dan pengalaman pembelajaran yang berbeda serta pengamatan terhadap wilayah yang baru.

1

Foto 1.1 International Exchange Students


 Akomodasi2

Selama program pertukaran pelajar berlangsung pada tanggal 27 September 2017 – 31 Januari 2018. Akomodasi tempat saya tinggal berada di PV20 PLATINUM LAKE CONDO Blok.B Lt.10 nomor 3A, Jalan Usahawan 5. Disini saya tinggal bersama 14 orang mahasiswa UniKL. Di PV20 ini sendiri mempunyai keamanan yang sangat ketat dimana satpam / security berjaga selama 24 jam dan setiap penduduk yang ada di PV20 ini harus mempunyai access card / kartu akses untuk masuk dan keluar.

 

Foto 2.1 PV20 PLATINUM LAKE CONDO

Transportasi3

Untuk transportasi menuju kampus Universiti of Business ( UniKL ) disediakan bis sekolah gratis yang menjemput mahasiswa & mahasiswi UniKL pada pukul 7.15, 7.30, dan 10.00 waktu setempat.

Serta untuk jadwal bis kepulangan dari Universiti of Business ( UniKL ) pada pukul 13.00, 15.00, 15.30, 17.30, dan 18.00. Selain menggunakan bis untuk berangkat menuju kampus, saya juga sering menggunakan transportasi online untuk menunjang mobilitas saya.

 

Foto 2.2 Bis Sekolah

Universiti Kuala Lumpur ( Fakultas Bisnis )

Universiti Kuala4 Lumpur adalah Perguruan Tinggi Swasta yang mempunyai berbagai fakultas yang tersebar di Kuala Lumpur, Malaysia. Untuk program pertukaran pelajar yang sedang saya laksanakan berada di Fakultas Bisnis Yayasan Selangor. Lokasi Fakultas Bisnis Yayasan Selangor ini berada di daerah Kampung Baru Kuala Lumpur, Malaysia. Gedung yang mempunyai 25 lantai ini digunakan untuk proses belajar mengajar dan segala kegiatan administrasi Fakultas Bisnis Universiti Kuala Lumpur.

5

 

Foto 2.3 Yayasan Selangor Building

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Foto 2.4 Business School

  • Mata Kuliah

Dalam program pertukaran pelajar yang berlangsung selama 1 semseter saya mengambil 5 mata kuliah yang ada di UniKL Business School. Mata Kuliah tersebut adalah :

  1. Business Communication

Mata kuliah ini diampu oleh Dr. Sarojani, memiliki skor kredit 3. Sistem pembelajaran dalam mata kuliah ini terdiri dari pembelajaran di dalam kelas, latihan soal, dan diskusi kelompok, yang setiap kelompoknya terdiri dari 2 orang.

Materi yang diajarkan dalam mata kuliah ini adalah ( untuk sementara ) :

  • Surat Bisnis.
  • Surat Komplain.
  • Surat Balasan ( Komplain ).
  • E-Mail Bisnis.

Untuk sistem penilaian dalam mata kuliah ini adalah sebagai berikut :

  • Tugas : 10%
  • Test : 20%
  • Ujian Mid Semester : 30%
  • Ujian Semester : 40%

Total                            : 100%

Untuk sistem presensi minimal 80% kehadiran.

  1. Management Information System

Mata kuliah ini diampu oleh Masrina Nadia Mohd Saleh, Msc, UK

Memiliki skor kredit 3. Sistem pembelajaran dalam mata kuliah ini terdiri dari pembelajaran di dalam kelas, diskusi kelompok, quiz, dan tugas individu serta kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 3 – 5 orang.

Materi yang diajarkan dalam mata kuliah ini adalah :

  • Sistem Informasi dalam Bisnis.
  • Peran Sistem Informasi dalam Organisasi dan Perusahaan.
  • Program Sistem Informasi.
  • Teknologi Informasi Untuk Keamanan Perusahaan.
  • Aplikasi Sistem Informasi.
  • E-Commerse.

Untuk sistem penilaian dalam mata kuliah ini adalah sebagai berikut :

  • Tugas : 10%
  • Quiz & Test : 30%
  • Project : 20%
  • Final Exam : 40%

Total                : 100%

Untuk sistem presensi minimal 80% kehadiran.

  1. Marketing Strategy

Mata kuliah ini diampu oleh Anis Abdul Razak. Memiliki skor kredit 3. Sistem pembelajaran dalam mata kuliah ini terdiri dari pemecahan masalah, diskusi kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 5 – 8 orang, presentasi, dan tugas.

Materi yang diajarkan dalam mata kuliah ini adalah :

  • Strategi Pemasaran.
  • Mengenali Peluang Pasar.
  • Segmentasi Pasar, Target Pemasaran, Penempatan, Proses Diferensiasi.
  • Strategi Pemasaran untuk Pasar Baru, Pasar Maju, Pasar Lesu, dan Ekonomi Baru.
  • Keterampilan Mengatur, Merencanakan, Menerapkan, dan Mengukur Kinerja Pemasaran.

Untuk sistem penilaian dalam mata kuliah ini adalah sebagai berikut :

  • Tugas Individu : 10%
  • Tugas Kelompok & Presentasi : 20%
  • Online Quiz : 10%
  • Mid Semester                         : 20%
  • Final Exam : 40%

Total                                        : 100%

Untuk sistem presensi minimal 80% kehadiran.

  1. Strategic Management

Mata kuliah ini diampu oleh Marhaini Binti Ibrahim. Memiliki skor kredit 3. Sistem pembelajaran dalam mata kuliah ini meliputi pembelajaran di dalam kelas, pemecahan masalah, analisa masalah, tugas, dan presentasi.

Materi yang diajarkan dalam mata kuliah ini adalah :

  • Introduction to Strategic Management.
  • Vision, Mission, and Strategies.
  • External Environmental Analysis.
  • Resources, Capabilities, and Competitiveness.
  • Business Level Strategies.
  • Strategic Moves and Timing.
  • Culture and Leadership.
  • People Capabilities.
  • Internal Operation.

Sistem penilaian dalam mata kuliah ini meliputi :

  • Tugas : 30%
  • Presentasi & Studi Kasus : 30%
  • Final Exam : 40%

Untuk sistem presensi minimal 80% kehadiran.

  1. Community Service 2

Mata kuliah ini diampu oleh Nurhazwani. Memiliki skor kredit 2. Sistem pembelajaran dalam mata kuliah ini meliputi pembelajaran di dalam kelas, diskusi kelompok, event, dan project.

Untuk mata kuliah ini dibagi menjadi 4 kelompok yaitu :

  • Kelompok Usher

          Bertugas membantu setiap event yang diadakan UniKL.

  • Kelompok Activity

          Bertugas untuk membuat suatu project.

  • Kelompok Documentation

          Bertugas untuk dokumentasi setiap kegiatan yang dilakukan kelas Community Service 2.

  • Kelompok Report

          Bertugas membuat laporan seluruh kegiatan kelas Community Service 2.

Untuk sistem presensi minimal 80% kehadiran.

 

STIEPARI Semarang Lakukan Progres Perluasan Kerjasama Dengan PT Luar Negeri

 

Perguruan tinggi yang berkampus di Bendan Ngisor tersebut belum lama ini telah meraih hibah berupa pendanaan dana bantuan berupa kegiatan Asean Student Exchange And Mobility (ASEM) 2017 dari  Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti.

“Melalui hibah tersebut Stiepari mengirim delegasi mahasiswa untuk menjalani program transfer kredit dan pembelajaran singkat ke Universitas Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia.” Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Tri Viaca, Dr. Bambang Dwiloka saat ditemui disela sela peringatan Dies ke-47 dalam acara jalan sehat yang diikuti keluarga besar Stiepari Semarang beserta warga di sekitar kampus, Minggu, (12/11). Rangkaian Dies Natalis diisi dengan  acara non akademik seperti olahraga, pameran foto, pemilihan Duta Stiepari, hingga pelatihan pembuatan blog promosi pariwisata. Selebihnya juga masih akan diikuti forum seminar nasional, loka karya, diskusi akedemik hingga orasi ilmiah pada puncak acara Desember nanti.   Hadir dalam kegiatan pembukaan dies  kemarin Guru Besar Prof Dr Soetomo WE, Ketua Stiepari Semarang Reny Apriliani MM, dosen, mahasiswa, dan karyawan.

Bambang menambahkan satu mahasiswa kuliah di sana satu semester, melalui program Studi Bachelor of Business Management and Entrepreneurship UniKL. Sedangkan 11 mahasiswa Stiepari akan berangkat ke Malaysia selama satu minggu untuk pembelajaran singkat akademi dengan materi Bahasa Inggris, Komunikasi Bisnis, Budaya dan Pariwisata, akan mulai berangkat 28 November nanti.

‘’Sebagai gantinya, dengan diterimanya program ini maka UniKL juga mengirimkan mahasiswa ke kampus kami. Mereka adalah Nur Dayana dan Syarifah yang lolos seleksi program transfer kredit dari Malaysia,’’ katanya.

Renny Aprilliani mengakui peluang berkiprah secara global terbuka luas bagi kampus ini. Selain mengirim mahasiswa hingga ke manca negara, pihaknya juga menerima perkuliahan untuk mahasiswa asing.  Tak cukup hanya dari UniKL, peserta perkuliahan yang menempuh jenjang magister di Stiepari bahkan ada yang berasal dari Timor Leste.

“Memanaj akan hal ini kami konsen pada peningkatan SDM dosen. Saat ini lima dosen dalam proses menyelesaikan program Doktor. Sedangkan tujuh dosen sudah bergelar Doktor” ungkap Renny

 

 

Program Exchange Student STIEPARI dengan Universiti Kuala Lumpur

 

6f837011-378c-4f43-b6c8-be284d5a23efKembali dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang memperoleh Beasiswa Program Transfer Credit ASEAN Drektorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti 2017. Setelah melaui beberapa test, ke dua mahasiswa S-1 Manajemen Pariwisata STIEPARI Semarang yaitu Muhammad Rifqi Almay dan Fiki Lazima Rusdhi, lolos untuk mengambil 1 semester di Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia. Program studi yang mereka tuju adalah Bachelor of Business & Entrepreneurship di UniKL Business School, periode semester gasal 2017 – 2018. Karena Program Exchange student ( Pertukaran Mahasiswa ) maka sebagai balasan UniKL telah mengirim dua mahasiswa Business school UniKL yaitu Sharifah Nur Farina dan Nur Dayana untuk kuliah 1 semester di S-1 Manajemen STIEPARI Semarang, dan telah memulai kuliahnya sejak bulan September 2017 di kampus STIEPARI Semarang.

UKM TARI STIEPARI Semarang berangkat menuju China

 

Kembali UKM Tari STIEPARI ikut serta dalam misi budaya ke China, dalam acara Sales Marketing Greater Bali in Tiongkok 2017 yang diadakan pada tgl 27 Agustus 2017 yang diadakan dari Kementrian Pariwisata selama 5 hari.  Peran Stiepari sbg  pendukung  team penari dalam Sales Mission Greater Bali in Tiongkok 2017,  yang ikut  dalam acar ini atara lain, Eka, Shinta dan Ervi dan didampingi dari bidang kemahasiswaan STIEPARI yaitu ibu Aleta. Dalam acara ini, UKM Tari STIEPARI selama lima hari pentas di tiga kota  di China yaitu  pertama mereka pentas di kota Hefei, dan berlanjut di kota kedua Wuxi, dan terakhir mereka pentas di kota Hangzhou. Jarak antara kota satu dengan kota yg ke dua ditempuh dalam waktu 6 jam perjalanan. Tetapi dengan semangat yg tinggi, para penari tidak merasa Lelah, akan tetapi mereka merasa senang. Selamat untuk keberhasilan UKM Tari STIEPARI yang ikut dalam acara Sales Marketing Greater Bali in Tiongkok 2017. STIEPARI tetap jaya.

Pemkab Nias Fasilitasi Warganya Dengan Beasiswa Studi di Stiepari

 

Potensi budaya dan wisata di Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara oleh Pemkab setempat diakui belum ditangani secara optimal, dikarenakan masih terbatasnya sumber daya manusia yang ada. Alasan inilah sehingga Bupati Nias Selatan memfasilitasi masyarakatnya dengan beasiswa untuk kuliah di Stiepari Semarang. “Kami mengirimkan 37 orang calon mahasiswa untuk di didik di Stiepari Semarang. Dari ke 37 yang akan kuliah di sini sebelumnya dilakukan melalui seleksi yang diikuti ribuan peserta. Untuk itu, bersyukurlah bagi Saudara yang lolos seleksi.  Pernyataan ini disampaikan Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal, Seni Mas Duha mewakili Bupati Nias Selatan saat melakukan kunjungan sekaligus menyerahkan calon mahasiswa baru kepada Stiepari Semarang yang berlangsung tadi pagi, Senin 21 Agustus 2917.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Pembina Yayasan Tri Viaca Prof. Soetomo, Ketua Yayasan Dr. Bambang Dwiloka, Ketua Stiepari, Reny Apriliani, MM beserta jajaran dosen dan beberapa mahasisiwa, rombongan dari Pemkab Nias Selatan berikut calon mahasiswa yang akan menempuh kuliah di Stiepari.

Seni Mas Duha mengatakan, pengiriman calon mahasiswa untuk kuliah di Stiepari dengan harapan setelah lulus mampu membangun daerah pariwisata sebagaimana yang diharapkan.  “ Saudara di sini hendaknya dapat belajar dengan sungguh-sungguh. Jika nanti hasil IPK Saudara tidak sesuai dengan yang kami targetkan, maka beasiswa Saudara akan kami tarik.”  tegasnya kepada calon mahasiswa, ia pun mewanti-wanti agar selama menjalankan tugas belajar, selalu mengedepankan kejujuran.

Sementara itu, Ketua Stipari Semarang, Reny Apriliani menyampaikan pesan kepada calon mahasiswa baru dari Kab. Nias untuk menjaga kepercayaan yang diberikan Pemkab setempat. “Pokoknya Saudara di sini konsen belajar, serta mau belajar budaya yang berbeda.” ungkapnya

Pariwisata goes to campus 2017

 

Dalam pengembangan dan pembangunan sektor pariwisata, SDM merupakan faktor utama. Untuk itu, sektor yang satu ini mendapatkan perhatian yang luar biasa.
Menurut Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Prof. Dr. H.M Ahman Sya mengatakan, semenjak tiga tahun terakhir bidang kepariwisataan sudah ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Alasan yang mendasari, di waktu yang lampau sektor yang satu ini tidak pernah disinggung, karena dianggap hanya sebagai pelengkap penderita saja.
Fakta menunjukkan, selama ini kita hanya mengandalkan minyak bumi dan gas, batu bara dan kelapa sawit. Namun, semua menurun drastis tidak lagi memberi harapan masa depan. “Dari aspek-aspek tersebut, sudah tidak lagi dapat membek-up kehidupan di masa depan.’ papar Prof. Dr. Ahman Sya.
Penjelasan tersebut disampaikan pada saat membuka Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan “Goes To Campus” yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan STIEPARI Semarang pagi tadi (24/3) yang berlangsung di hotel Patra, dengan peserta yang berasal dari mahasiswa dan siswa SLTA di Semarang sebanyak 500 orang, dengan narasumber Drs. H.A. Mujib Rohmat, MH, Anggota Komisi X DPR RI, Urip Sihabudin, MH, Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata Jateng, Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, Asisten Deputi Bidang Pegembangan SDM Kepariwisataan.
Prof. Dr. Ahman Sya menegaskan, pendapatan negara dari lima sektor tersebut, hanya satu yang trennya mengalami pertumbuhan sangat positif, yakni pariwisata. “Tingkat pertumbuhan pariwisata saat ini di atas 10%, jauh lebih tinggi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,2%.” paparnya
Menurutnya, potensi pariwisata Indonesia luar biasa dengan potensi alam dan budayanya. Untuk itu, kepada peserta pelatihan, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan mengharapkan agar dapat menjadi agen perubahan untuk sektor pariwisata.
“Saudara harus mempromosikan wisata melalui media online, pasti dalam sekejam daerah wisata Jateng akan di kenal. Potensi diri yang saudara miliki perlu disalurkan pada dunia pariwisata.” harapnya
Disamping menyebarkan pengetahuan tentang kepariwisataan, anda juga harus menjadi kader yang dapat menjadi contoh untuk menjaga dan mengimplementasikan sapta pesona, yakni aman, nyaman, tertib, bersih, indah, ramah.

STIEPARI mengadakan Pelatihan Pengolahan Makanan dan Table Manner bagi Anggota PKK Kecamatan se – Kota Semarang

 

IMG_5175
STIEPARI Semarang mengadakan kegiatan pelatihan Pengolahan Makanan dan Table Manner bagi anggota PKK se kota Semarang. Pelatihan ini diselenggarakan di kampus I STIEPARI  Semarang 7 Februari 2017. Ketua kegiatan pelatihan ini diketuai oleh ibu Haniek Listyorini, SE., MBA. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang terselenggara berkat dukungan dari penggerak PKK kota Semarang, dosen, mahasiswa D3, S1, dan S2 STIEPARI Semarang. Dalam sambutannya ketua STIEPARI Semarang, Renny Aprilliyani mengatakan, berlangsungnya acara ini diharapkan akan terjalin talisilaturahmi antara STIEPARI dengan anggota PKK se kota Semarang, sehingga dimungkinkan aneka kerjasama di masa mendatang. Kami akan ikut mendukung kegiatan PKK dalam rangka ikut memberdayakan mesyarakat melalui kegiatan PKK. Pelatihan pengolahan makanan kaliini membahas pembuatan telur asin dengan berbagai rasa, seperti rasa asap, rasa kopi dll, yang diajarkan oleh  Diana Hidayati merupakan mahasiswa S2 STIEPARI Semarang yang dibantu dosen STIEPARI yaitu Nina Mistriani, SE., M.MPar dan Suwarti, SE., M.Par. mangajarkan bagaimana cara memasarkan hasil dari produk yang dibuat. Dalam pelatihan Table Manner, bagaimana tata cara dalam jamuan makan resmi yang diajarkan oleh Tuwuh Adhistyo Wijoyo, SE., M.Par. dan Henry Yliamir, SS., M.M.Par., dibantu mahasiswa-mahasiswa D3 Perhotelan dan mahasiswa-mahasiswa S1 konsentrasi Manajemen Perhotelan.

Pelatihan ini di buka oleh Ketua Tim Penggerak PKK se kota Semarang, ibu Krisseptiana Hendrar Prihadi, SH, MM., dalam sambutannya mengatakan sangat berterimakasih dengan adanya pelatihan pengolahan makanan dan Table Manner yang diselenggarakan oleh STIEPARI Semarang, ini akan menambah ilmu yang baru dan dapat diterapkan di lingkungan PKK masing-masing. Dan semoga STIEPARI dapat terus memberikan pencerahan-pencerahan baru bagi anggota PKK se kota Semarang.

Dengan pelatihan pengolahan makanan ini diharapkan dapat dijadikan wirausaha baru bagi anggota PKK se kota Semarang dan ilmu baru mengenai table manner minimal bagi anggota PKK se kota Semarang dapat mengetahui tata cara dalam jamuan makan secara resmi.